Motivasi dan Komunikasi Di Lembaga Pendidikan

Secara teori bahwa salah satu solusi terhadap permasalahan di atas, biasanya para pimpinan akan memberikan motivasi yang kemudian dikomunikasikan kepada para bawahannya. Dalam komunikasi ini para pimpinan akan mencoba menyakinkan para bawahannya bahwa harapan masing-masing pegawai dapat dipenuhi. Apabila ada kesan harapan tidak dapat terpenuhi, maka para pegawai akan merasa terasing dari lingkungannya dan kemudian tidak mau bekerja sesuai kemampuannya. Wujud nyata dari hasil motivasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para pimpinan tersebut akan terbentuk dengan adanya perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu, yang mengarah kepada keberhasilan dan kesuksesan suatu kantor/ instansi pemerintah maupun swasta dalam menyelenggarakan tugas pokok dan fungsinya, atau dengan kata lain bahwa kinerja organisasi dapat terpenuhi.

Para pegawai selaku sumber daya manusia suatu kantor/ satuan kerja instansi pemerintah/ swasta ataupun organisasi kemasyarakatan, pada hakekatnya adalah makhluk sosial. Dalam realitanya, seorang pegawai tidak dapat memuaskan dirinya untuk memenuhi semua kebutuahn yang diperlukannya. Selain itu, seorang pegawai memerlukan orang lain untuk melakukan interaksi dan saling mempengaruhi antara satu pegawai dengan pegawai lainnya. Dalam interaksi dan saling mempengaruhi inilah timbul perubahan dan perkembangan yang mengarah ke pemenuhan kinerja suatu kantor/ satuan kerja instansi pemerintah/ swasta ataupun organisasi kemasyarakatan.

Seorang pegawai (atasan/ bawahan) dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, memerlukan motivasi dari dalam dirinya sendiri dan juga dari orang lain, sehingga timbul adanya dorongan dasar yang menggerakkan seorang individu pegawai tersebut untuk melakukan suatu perbuatan. Oleh karena itu baik buruknya perbuatan seseorang sangat tergantung pada motivasi yang mendorong perbuatan seorang pegawai tersebut, maka motivasi tersebut perlu dikomunukasikan agar orang lain mengetahui dan mendukungnya. Biasanya tidak semua orang sukses dalam berkomunikasi karena adanya hambatan-hambatan pada dirinya, seperti rasa gugup, takut, panik dan cemas, yang membuatnya kurang percaya diri.
https://drive.google.com/file/d/1GEHSuDDqdtB43tGFlvz1-HJgUPB_zejk/view?usp=sharing


Tidak ada komentar:

Posting Komentar